Musyawarah Kubro XVIII Pondok Pesantren Balekambang Sukses Diselenggarakan - Ma'had Aly Balekambang
Berita

Musyawarah Kubro XVIII Pondok Pesantren Balekambang Sukses Diselenggarakan

JEPARA (05/02/26) – Musyawarah Kubro XVIII Pondok Pesantren Balekambang bertema “Melestarikan Ruhul Ma’had untuk Menjawab Tantangan Zaman” sukses diselenggarakan di Aula Masjid Putra pada Kamis, 5 Februari 2026.

Musyawarah Kubro dihadiri langsung oleh Pengasuh Ponpes Balekambang KH. Nurdin Lubis, M.Hum., serta Pengurus Lajnah Bahtsul Masail (LBM). Selain itu, hadir pula Dewan Perumus, yaitu KH. Nurdin Lubis, M.Hum., K. Charor Abdillah, KH. Arif Munzaki, M.Pd., dan Agus Abdullah Arwani, S.Ag. Dewan Mushohih yang turut serta adalah Dr. KH. Nasrullah Afandi, Lc., M.A., KH. Haizun Tafdilla, S.Pd., KH. Mustamir Wildan, K. Jamali, S.Pd., serta K. Malkan, S.Pd.I. Acara ini juga dihadiri oleh dua puluh satu delegasi dari berbagai tingkatan, mulai dari MTs hingga Asatidz.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh M. Tajuddin Al-Falah sebagai MC. Selanjutnya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh saudara Anas Hanafi, dan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh K. Malkan, S.Pd.I., dan dilanjutkan doa tahlil oleh beliau KH. Haizun Tafdilla, S.Pd., untuk menambah hikmat acara.

Dalam sambutannya, Muhammad Risa Ismail, selaku Ketua Panitia Musyawarah Kubro XVIII, mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta serta berharap pada forum ini para peserta dapat saling menerima pendapat satu sama lain.

KH. Nurdin Lubis, M.Hum., selaku Pengasuh Ponpes Balekambang, menyampaikan bahwa Musyawarah Kubro (Bahtsul Masail) ini akan terus dilestarikan, dan akan terus dilaksanakan tahun-tahun kedepannya.

Acara inti, yaitu Musyawarah Kubro XVIII, yang dipimpin oleh Moderator: Ust. Muhammad Nur, M.Pd., dan Ust. Nasir, S.Pd. Musyawarah membahas persoalan fiqh waqi’iyah dengan tema-tema berikut:

  1. Edit foto AI dengan menampakkan aurat,
  2. Hukum konsumsi cokelat yang berlapis rum

Acara tersebut berjalan dengan lancar dan khidmat, dengan argumen-argumen yang diberikan oleh para peserta, dan keterangan-keterangan dari para masyayikh yang mampu menambah wawasan para santri dengan menghasilkan berbagai keputusan yang baik akan permasalahan-permasalahan tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *