Bulan Rajab adalah bulannya Allah, dimana dalam bulan tersebut dimuliakan dan  diistimewakan. Sebab merupakan kunci dari kebaikan-kebaikan yang akan diperoleh pada bulan setelahnya. Oleh karenanya umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan dan ibadah. Banyak sekali peristiwa sejarah Islam pada bulan Rajab, salah satu peristiwa terbesarnya di bulan rajab ialah Isro’ Mi’roj. Bagi umat Islam sendiri Isro’ Mi’roj adalah peristiwa yang bersejarah dan memiliki banyak hikmah di dalamnya. Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW  terjadi pada tanggal 27 Rajab.  Peristiwa Isro’ Mi’roj sudah di terangkan dalam Al-Qur’an dan  Sunnah-sunnah Nabi SAW. Ayat Alqur’an yang menerangkan terjadinya peristiwa isro’ mi’roj Terdapat dalam surah Al-Isra’ ayat 1:

   سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ

هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

 

Artinya: Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjid Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S Al-Isra’:1)

Sayyid Muhammad bin alawiy al Maliki berkata dalam kitabnya Syarah Mandumah Aqidatul Awwam, yang dimaksud Isro’ adalah perjalanan Rosulullah SAW di waktu malam hari dari Masjidil Haram menuju Masjid Al-Aqsha. Sedangkan Mi’roj adalah naiknya Rasulullah SAW dari Masjid Al-Aqsha hingga Sidratil Muntaha. Secara etimologis, isra’ berarti “berjalan pada malam hari”. Isro’ dalam kajian sejarah islam berarti “perjalanan pribadi Nabi SAW pada malam hari dalam kurun waktu singkat dari Masjid Al-Harom di Makkah menuju Masjid Al-Aqsha di Yerussalem kemudian naik ke langit hingga di Sidratul Muntaha dengan menunggangi Buroq’.

Dikatakan Isro’ Mi’roj adalah peristiwa yang dahsyat karena tidak pernah dialami oleh para Nabi sebelumnya. Disinilah Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah shalat lima waktu. Dibalik peristiwa Isro’ Mi’roj memiliki beberapa fakta diantaranya, pertama bahwa Nabi Muhhamad SAW diperjalankan Isro’ Mi’roj dengan ruh dan badannya. Kedua, Nabi Muhammad SAW melihat Allah SWT dengan mata hatinya dan beliau berbicara langsung dengan Allah SWT, namun menurut jumhur ulama’ bahwa Nabi Muhammad SAW tidak melihat dengan mata kepala beliau, tetapi dengan mata hatinya. Ketiga, Allah SWT tidak butuh tempat, ketika Nabi Muhhamad SAW berbicara dengan Allah SWT diatas mustawa, bukan  berarti Allah SWT memiliki tempat diatas langit. Perlu diketahui bahwa atas mustawa bukan tempat Allah SWT melainkan tempat Nabi Muhammad SAW. Keempat, Nabi Muhammad SAW dalam keadaan sadar bertemu dengan para Nabi dan Rasul sebelumnya dan berbincang. Kelima, pemahaman kewajiaban shalat, dalam perayaan Isro’ Mi’roj bertujuan mengagungkan dan menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW, sebab perayaan Isro’ Mi’roj selalu mengangkat tema kisah Isro’ Mi’roj dan diterangkan tentang pemahaman kewajiban shalat lima waktu.

 

NU ONLINE.COM. Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw diyakini terjadi pada tanggal 27 Rajab. Dengan begitu, Isra’ Mi’raj pada tahun 1443 H terjadi bertepatan dengan Selasa, 1 Maret 2022 M. Hal ini didasarkan pada ikhbar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengenai awal Rajab 1443 H yang jatuh pada Kamis, 3 Februari 2022 M.

Perjalanan nabi Muhammad SAW dari Masjidil Harom ke Masjidil Aqsho di Palestina, hingga naik ke langit ke tujuh atau Sidrotul Muntaha yang ditempuh dalm waktu satu malam. Meski tidak masuk akal, akan tetapi umat islam wajib mengimaninya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *