-
MENANGKAL HADITS PALSU DI ERA DIGITAL
Dewasa ini, media sosial telah menjadi lahan subur bagi penyebaran informasi keagamaan, termasuk hadis Nabi Muhammad ﷺ. Sayangnya, tidak semua hadis yang tersebar di media sosial dapat dipertanggungjawabkan keasliannya. Banyak hadis yang ternyata palsu seringkali dikutip lantas diterima secara mentah mentah dan diamalkan oleh masyarakat. Penyebaran ini tidak hanya mencederai keotentikan ajaran Islam, tetapi juga berpotensi menyesatkan umat. Dalam kajian ilmu musthalah al-hadis, hadis maudhu’ adalah hadis yang dibuat-buat dan disandarkan secara dusta kepada Nabi ﷺ, padahal beliau tidak pernah mengucapkan, merestui, maupun menyetujuinya. Seorang pakar Hadits di abad ke-6 H. Imam Ibn al-Shalah dalam kitab Muqoddimah fi Ulum al-Hadits menjelaskan: وَهُوَ الْمُخْتَلَقُ الْمَصْنُوعُ اعْلَمْ أَنَّ الْحَدِيثَ الْمَوْضُوعَ شَرُّ الْأَحَادِيثِ…


