TRADISI BUBUR SURO

Diskusi Fiqih

BUBUR SURO

Bagaimana hukum tradisi membuat bubur suro pada taggal 10 Muharrom ?

Jawaban:

Pada dasarnya, tradisi membuat makanan tertentu pada 10 Muharrom tidak ada anjuran khusus dari syariat. Akan tetapi, pada hari itu disunahkan memperbanyak jamuan untuk keluarga maupun tetangga, dan hal tersebut bisa dilakukan dengan membuat bubur suro.

 

Refrensi:

الإقناع في حل ألفاظ أبي شجاع للشيخ شمس الدين محمد الخطيب الشربينيي (2/303) الحرامين

ويسن ترك التبسط في المباح فإنه ليس من أخلاق السلف ، هذا إذا لم تدع إليه حاجة كقرى الضيف وأوقات التوسعة على العيال كيوم عاشوراء ويوم العيد ولم يقصد بذلك التفاحر والتكاثر بل لطيب خاطر الضيف والعيال وقضاء وطرهم مما يستهونه

 

Disunnahkan untuk tidak membuat berbagai macam makanan. Sebab hal itu bukan tradisi akhlak ulama salaf. Kecuali jika ada hajat seperti menjami tamu dan pada waktu-waktu yang sunnah membuat berbagai makanan untuk keluarga, seperti hari Asyura dan hari raya. Sunnah memperbanyak jamuan dengan berbagai macam makanan selama bertujuan menggembirakan tamu dan keluarga, dan memnuhi keinginan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *